Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Friday, August 5, 2011

Sroty : My Guardian Angel (Part 3)


Rasa galau menyelimutiku, haruskah aku membuka surat ini, tapi ini untuk siapa, bagaimana jika surat ini bukan untukku, aaah.. ya sudah lah aku buka saja toh suratnya ada di bangkuku mungkin ini memang untukku, perlahan aku mulai membuka kedua surat itu.
* * *





Part 3

Darahku mengalir begitu deras kala membuka kedua surat itu, "haah" aku terbelalak kaget, ah sialan ternyata 2 surat ini kosong, hmm untuk apa kertas ini aku simpan lebih baik aku buang saja, fikirku. Saat hendak akan keluar, tiba-tiba Sisi datang dari balik pintu "Pagi Ra, tumben sudah datang?" sapanya seraya menyimpan tasnya di meja, "Iya, aku juga bingung malaikat apa yang telah membawaku pagi-pagi datang ke sekolah, ha,ha" aku tertawa sambil menutup mulutku dengan surat tadi, "Apa itu Ra? Siapa yang sakit?"tanya nya, hmm.. pasti dia mengira ini surat dari anak-anak yang tak hadir hari ini, maklum aku kan sekertaris kelas "Oh bukan, Ini lihat saja hanya 2 surat kosong, ku temukan di kolong meja, mungkin orang iseng, rencananya dua surat ini akan ku buang" ku berikan surat itu pada Sisi, Sisi pun mulai mengamatinya "Eh, tunggu Ra, coba lihat!" sisi menunjuk isi surat berwarna Rose yang berbingkai bunga dari tinta berwarna emas "Sepertinya ada sebuah tulisan Ra" Sisi mulai meraba-raba suratnya, oh ya Sisi benar, tapi tulisan nya memiliki warna yang sama dengan warna surat itu walau tulisannya sedikit timbul tapi sangat sulit untuk membacanya, "Simpan saja Ra, mungkin penggemar baru ha,ha" dia meledekku
* * *

Suasana istirahat begitu gaduh, aku hanya terdiam memandang surat yang ku temukan pagi tadi, dari belakang sebuah tangan menyentuh pundak ku. "Hei Ra" sapanya lembut "Nata? ada apa?" aku meliriknya "Boleh aku duduk?" aku langsung menggeser dan mempersilahkan Nata duduk disampingku, obrolanku dengan Nata berlangsung ringan, aku tak banyak bicara tentang hubungannya dengan Alka, perhatianku hanya terpaku pada surat itu, tak lama kemudian sahabat-sahabatku datang dan duduk disamping kami. "Nat, ku dengar kemarin Alka membuntutimu sampai kerumah, benarkah?" Tita menatap Nata dengan penuh antusias "Ya benar, dan itu membuatku sangat risih" ucap Nata dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak. ehm, entahlah, apa dia merasa senang atau merasa jengah.
"Justru itu bagus dong Nat, itu tandanya dia serius" tambahku "Eh Nat, masa Alka hanya membuntutimu? atau jangan-jangan dia mengantarkan mu pulang y, hayo ngaku?" Sisi mencoba menggoda Nata "Well, aku serius. Dia hanya membuntuti ku" ekspresi wajah Nata tetap datar "What! Bagaimana bisa dia bersikap seperti itu? sedangkan dia selalu membuntutimu. Haah dasar Alka, tidak sopan" aku geram. "Aku gak tau Ra. Dia bilang kalau ada wanita yang naik motor dia, motornya akan cemburu" aku dan 3 sahabatku serempak kaget sekaligus geli mendengar pernyataan Nata, "Ha.ha anak aneh".
* * *

Seminggu telah ku lalui dengan sangat baik, no time for love. aku sibuk mengerjakan tugas-tugas sekolah yang menumpuk, lagipula kurang dari 3bulan lagi aku akan melaksanakan UAN, hmp itu sesuatu yang sangat mendebarkan >,< antara hidup dan mati. Well, meskipun aku berusaha menjalankan prinsipku about "no time for love" tetap saja kata cinta itu selalu terbayang dalam imajinasiku, apalagi sekarang sikap Andra semakin ramah padaku, oh pangeran penggodaku. Sedangkan tugasku sebagai mak comblang sepertinya telah kandas setelah Alka memutuskan untuk menjauh dari Nata, walaupun Nata sudah memberi lampu hijau padanya. Haah aneh, susah payah dia berusaha membuka pintu hati Nata namun, setelah pintu hati itu terbuka dia malah menutupnya kembali. Hmm, tak tau lah apa yang dia fikirkan.
Bel pulang skolah telah berbunyi. Aku bergegas menuju meja guru untuk mengambil agenda kelas. Pluuk.. Sesuatu terjatuh dari agenda tersebut, "Haah, surat lagi" aku langsung memungut surat itu, ke 3 sahabatku langsung memburu ke arah ku. Surat itu berkertas dari buku tulis biasa, tintanya pun terlihat masih basah, sepertinya surat ini baru dibuat. Tanpa ada keraguan sedikitpun aku membuka surat itu perlahan.

Isi surat...
To: Ms. A
sepertinya kamu senang aku mendekatimu tapi jangan fikir aku menyukaimu. Kau wanita yang baik, sesungguhnya aku tak tega melakukan ini, tapi jujur aku hanya ingin memanfaatkan mu, karena aku tak sebaik yang kamu kira.
By Mr. A

T.B.C

Thursday, June 9, 2011

Story : My Guardian Angel (Part II)

Part II “Who He Is?”


Huft, sungguh malas rasanya pergi ke sekolah dalam cuaca hujan seperti ini, dreet..dreet.. Hpku bergetar, aku mengambilnya di dalam saku jaketku, oh pesan dari Alka.
Alka: Hei putri manja kau sungguh malas, jangan sampai kau kesiangan lagi, hari ini pelajaran matematika loh.Oh, ya ampun aku hampir lupa sekarang jadwal ibu cantik, kalau aku terlambat bisa-bisa aku ditendang lagi keluar, aku cepat menuju mobil, ayah dan bunda telah menunggu disana, kadang aku berangkat sekolah sendiri naik angkutan umum kadang pula berangkat bersama ayah dan bundaku, kebetulan tempat kerja mereka searah dengan sekolahku. "Sudah siap sayang" ayahku tersenyum cerah "Eitz, bawa payung tidak?" tanya bundaku hangat, bundaku sangat protektif soal kesehatan, mungkin karena bunda seorang dokter, "Iya ayah,, Ra bawa payung  ko bunda" jawabku dengan senyum mengembang pada mereka.
* * *
Di sekolah..


Aaah.. lega rasanya mendengar bel istirahat telah berbunyi, akhirnya pelajaran matematika yang sangat membosankan itu selesai, ketiga sahabatku rupanya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, aku berniat untuk membaca novel yang belum aku selesaikan tadi malam, namun "Ra, bisa antar aku ke ruang guru?" ucap Alka tersenyum namun kurasa senyumnya terlalu dipaksakan, dari tadi pagi dia terlihat murung, kenapa dia, huft.. "Baiklah, ayo" sepanjang perjalanan aku berkicau mengintrogasi dia, namun tetap saja dia hanya diam, berjalan lurus dengan gaya kedua tangannya di masukkan ke saku celana, aneh sekali anak ini. Aku menghentikan langkahku saat akan menuruni tangga, "Hei, pangeran es seberapa mahal suara kamu, bicara seperlunya saja?" ejekku, dia hanya tersenyum "Hhmmm, baiklah kalau itu mau mu" aku menarik nafas panjang dan mulai melangkah menuruni tangga namun "aaaaahh" seseorang telah menabrak tubuhku dari belakang, hampir saja aku menggelinding ke bawah namun dengan cepat tangan si pangeran es meraihku, tarikan tangannya menyebabkan tubuhku tertarik mendekat tubuhnya, deeg jantungku berdebar, "Dasar ceroboh, merepotkan saja" ucapnya datar, huuh aku hanya bisa memanyunkan bibirku, "Hei kau tak apa-apa? maafkan aku, aku tak sengaja, aku buru-buru" aku melihat ke bawah tangga, arah sumber suara itu, "Andra? Ehm, aku tidak apa-apa" jawabku gugup "Aku minta maaf Ara" ucapnya sambil tersenyum dan pergi berlalu. Jadi Andra yang menabrakku, aduh kenapa bukan dia saja yang menolongku tadi, dia meminta maaf, tersenyum dan memanggil namaku, oh I fly.. "Hei, kau bilang kau tidak apa-apa, kau hampir mati barusan" gerutu si pangeran es "Iya pangeran es kau benar, aku mati karena aku menyukainya" jawabku tersenyum tanpa sadar, "Kau bilang apa? Kau menyukainya?" nadanya terdengar kaget, tanpa sepatah kata dia langsung berlari ke bawah tangga "Hei, tunggu aku pangeran es, kau kenapa?" aku berlari mengejarnya "Tunggu, apa aku salah?" tanyaku perlahan, "Diam ! Tinggalkan aku sendiri ! Jangan ikuti aku lagi !" dia membentakku lalu pergi berlalu. Aku terdiam, mataku mulai berkaca-kaca aku berlari kembali ke lantai atas, kenapa hatiku sakit mendengar perkataanya, mengapa dia begitu marah mendengar bahwa aku menyukai Andra? Apa yang terjadi sebenarnya? Aku bingung.
* * *


Sisi, sahabat dekatku bingung melihat sikapku yang murung, "Kenapa Ra? Setelah istirahat kamu murung, memang tadi kamu dari mana? siapa yang telah membuatmu seperti ini?" tanya nya panik, aku hanya terdiam dan menggelengkan kepala, "Ya sudah, ayo kita pulang" dia menarik tanganku lembut, aku mengangguk dan tersenyum padanya. Sisi, dia lah sahabat terbaikku kami sudah berteman sejak kelas 1 SD sampai sekarang, dia sangat cantik, baik, juga pintar, tak heran kalau banyak teman-teman di sekolah yang menyukainya. Pangeran es yang aneh, meskipun sikapnya dingin namun selama ini aku tak pernah melihat dia semarah ini, apa yang terjadi padanya?.
* * *
Pukul 23.00 malam..


Aku terbangun dari mimpi tidurku mendengar bunyi ponsel yang berdering begitu nyaring, "Al? mau apa dia mengirim sms malam-malam, apa dia mau memarahiku lagi" aku membukanya dengan perasaan takut,
Pangeran es: Hai
Aku: Ya, kamu belum tidur?
Pangeran es: Belum
Aku: kenapa?
Pangeran es: tidak, maafkan aku.
Aku: untuk apa?
Pangeran es: kejadian tadi siang
Aku: oh, gak apa-apa, kenapa kamu marah?
Pangeran es: Haruskah aku menjelaskannya?
Aku: tentu
Pangeran es: Andra?
Aku: kenapa dia?

Pangeran es: kau tenang saja Ara aku akan membantumu
Aku: membantu apa maksudmu, aku tak mengerti? Bisa kau jelaskan lebih rinci?
Pangeran es: orang yang kamu suka, sama dengan orang yang Nata suka.
Aku: benarkah? jangan konyol, mana mungkin?
Pangeran es : Kau tanya saja pada si Nata, aku telah membuktikannya, tapi kau tak usah khawatir aku akan membantumu dan melindungi mu.
Aku kaget dibuatnya, y Allah apa itu artinya Nata benar suka sama Andra? benarkah semua itu, aku harus memastikannya, tapi bagaimana jika itu benar, semua pasti akan rumit, ooh y ampun malang nian nasibku, khayalanku semakin melambung sampai aku lupa membalas sms dari Alka hingga mentari tiba.
***


Hari ini aku pergi ke sekolah dengan perasaan campur aduk, ya entah lah perasaan apa yang aku rasakan sekarang, mungkin bingung, senang, sedih atau apa, yang jelas hari ini aku haruslah bersikap normal dan ceria, masalah antara aku, Andra, Nata dan Alka, biarlah itu mengalir apa adanya. Sesampainya di kelas, ku rebahkan tubuhku di kursi tempatku duduk, belum ada orang disini, hanya ada aku dan bangku-bangku berjajar yang mengantarkanku pada suatu kesunyian, aku memikirkan hal-hal apa yang akan ku alami hari ini, ha,ha.. dasar bodoh memangnya aku paranoid yang bisa meramalkan kejadian  yang akan datang, sudahlah Ara dunia mu bukan khayalan tapi dunia nyata, kau mengerti ! aku bergumam seakan membentak diriku sendiri. Tak sengaja aku meraba-raba kolong meja, aku menemukan 2 buah surat, haaah,,, dari siapa? Untuk siapa pula? Aku mengambilnya, kedua surat itu sungguh bertolak belakang, yang satu keadaannya begitu lusuh aku rasa orang yang membuatnya sedang marah hingga dia meremas surat yang dia buat, sedangkan surat yang satu lagi nampak begitu cantik dan sempurna, bentuknya rapi, wangi parfum menyeruak dari surat itu. Rasa galau menyelimutiku, haruskah aku membuka surat ini, tapi ini untuk siapa, bagaimana jika surat ini bukan untukku, aaah.. ya sudah lah aku buka saja toh suratnya ada di bangkuku mungkin ini memang untukku, perlahan aku mulai membuka kedua surat itu.
* * *


To Be Continue...

Tuesday, May 24, 2011

Story : My Guardian Angel (Part I)

A : Ada yang baru lho...
B : Apa?
A : Karya cerita pendek dari bank of science, yang di buat asli oleh admin sendiri..
B : oh, yang bener... rame gk??
A : So Pasti.. Baca aja..





Part I "YOU"
"Haduh.. cepat.. Jangan sampai aku kesiangan" keluhku saat angkot yang kunaiki berjalan sangat lambat, aku terus menggerutu tapi apalah daya toh bukan aku yang mengendarai angkot ini jadi aku hanya bisa pasrah pada keadaan ini. Namaku Ara (katanya itu singkatan nama orangtuaku Anisya dan RAsyid), aku gadis berumur 17tahun, aku sekolah di salah satu SMA Negeri favorit di kotaku, hobi ku menggambar dan menulis, pelajaran sekolah yang aku suka Bhs.Indonesia, Bhs.Inggris, Fisika, Biologi, dan Seni. Aku tak bisa mengendarai sepeda motor da berenang, yeah meskipun aku tinggi itu mungkin karena faktor genetik saja. Ayahku seorang pengusaha yang bergerak dibidang industri dan teknologi, bundaku seorang dokter, aku pun ingin menjadi seorang dokter seperti bunda, kedua orangtuaku pintar jadi aku tak mengikuti les di lembaga bimbingan belajar atau guru privat karena ditengah kesibukannya orangtuaku pasti meluangkan waktu untuk menjadi guru les privatku hi,hi,hi..
Bahagianya hidupku tapi aku tak boleh bangga dengan semua ini, aku harus terus berusaha agar cita-citaku tercapai, tapi ada beberapa sifatku yang tak sama dengan orangtuaku,
1.Aku selalu bangun kesiangan
2.Aku adalah Putri tidur yang manja.
3.Hueks, aku jarang beruntung dalam urusan cinta (always broken heart).
Huft, itulah aku, tapi aku tak memungkiri bahwa aku lucu meskipun tak secantik bundaku, ha,ha..
Oke kita kembali ke ceritaku.
"Aku sampai, aku sampai" batinku saat hendak memasuki gerbang sekolah yang masih terbuka sekitar 5cm, pinggangku kurasa cukup untuk menerobos masuk kesitu, alhamdulilah aku selamat, tapi tantangan belum berakhir, aku masih harus menaiki tangga menuju kelas karena kelasku (XII.IPA) ada di lantai 3, aduh sial baru kali ini aku terlambat ke sekolah walau aku sering bangun kesiangan, batinku geram.
Huuh, ternyata memang sial, dikelas sudah ada ibu cantik yang kadang-kadang bisa menggigit, mati aku, ku lihat sekelilingku eh ternyata si pangeran es juga terlambat y, adi aku tak akan dihukum sendirian, kami pun masuk berbarengan "Assalamualaikum" ucapku takut melihat tampang sinis bu cantik itu, "Hei, nona Ara mau apa kamu masuk? kamu sudah saya alpa kan?" what cuma telat 3menit aku di anggap tak masuk pelajaran, oh y Allah. "Dan kamu Alka, berdiri di depan, berdoa lalu duduk" aku yang sudah membalikkan badan menuju pintu keluar kelas terkejut dan menghentikan langkahku "si pangeran es di izinkan masuk sedang aku ditendang keluar, ya ampun sungguh tak adil" gerutu ku dengan artikulasi yang jelas, berharap si pangeran es itu mendengar dan menentang ketidak adilan ini aaakh Annoying.. aku keluar dan berdiri di depan kelas, ingin tau apa yang selanjutnya akan diperbuat si prince ice itu, aku menguping pembicaraan di dalam, terdengar "Maaf Bu, mengapa anda memperlakukan saya dan Ara berbeda, padahal kami sama-sama murid ibu yang datang terlambat, ini tidak adil Bu, saya juga harus di hukum, maaf bu, permisi." Hah benarkah yang berbicara itu si pangeran es, wow dia membelaku (ha,ha wew G.R) duug.. "aww sakit, haduh" aku mengelus-elus jidatku yang tercium pintu yang dibuka si pangeran es itu, " Hei, sejak kapan kau berdiri disitu?" seperti biasa sikapnya dingin dan acuh "Ya ampun kau malah bertanya seperti itu, kau tak bertanya tentang keadaanku, huuh dasar kau pangeran es" aku mencibir "Hei, kau bilang apa?? pangeran es??" terlihat raut mukanya bingung "Yah, pangeran es, memangnya kenapa?" jawabku sambil berjalan menuju perpustakaan, dia mengikutiku dari belakang "Hei, mengapa kau memanggilku begitu? Jangan-jangan kau suka padaku y? Eh tak mungkin,, aku tau siapa orang yang kau suka....." mendengar kata-kata terakhirnya aku langsung berbalik "Haah.. Tau apa kau tentang orang yang aku suka??" tanyaku curiga sambil menyimpan tas ku di tempat penitipan tas perpustakaan,
"Aga? Ha,ha aku bercanda, aku tau kau tak menyukainya" ekspresinya datar, aku coba mengalihkan pembicaraan "Eh Al, aku juga tau loh gosip itu ha,ha" terlihat kini raut mukanya berbalik panik "Ayo, kita bicara serius..!!" dia menarik tanganku menuju tempat duduk, "Wew, serius? Hi,hi" aku tertawa, dia membungkam mulutku "Jangan tertawa, aku lebih suka kau tersenyum" raut wajahnya kembali dingin, huft dasar.  "Baiklah.. Aku memanggilmu si pangeran es bukan karna aku suka padamu tapi karna sikap dan sifat kamu yang dingin dan jutek itu. Ya jelas aku tau siapa orang yang kau suka, karena orang yang kau suka teman sekelas kita juga kn, dia sering curhat loh padaku". Alka mendengar ceritaku dengan serius namun dia hanya menjawab "Oh" ya ampun singkat sekali, aku bangkit dari tempat duduk menuju rak buku hendak mencari sesuatu yang bisa kubaca, "Hei, bagaimana dengan Aga bukankah dia menyukaimu dari dulu" mendengar nama Aga, aku diam membisu, mulai mengingat sosok yang selalu memberiku cokelat setiap hari valentine, membawakan oleh-oleh kue khusus untukku saat dia pulang setelah mengikuti pertandingan sepak bola di Bandung, aku masih ingat aku menangis saat itu, aku merasa bersalah pada Aga karena aku tak bisa membalas rasanya padaku, Aga maaf aku andai aku bisa membalikan hatiku agar ku juga menyukaimu, akan ku lakukan itu untuk orang sebaik kamu, tapi aku tak bisa, maafkan aku, aku selalu berdoa agar kau mendapat seseorang yang lebih daripada aku.
* * *
Aku dan Alka kembali ke kelas saat bel pelajaran ke 2 berbunyi, ketiga sahabatku telah menyambutku didepan pintu, mereka langsung menyergap ku dengan banyak pertanyaan dan memberikan buku agenda kelas yang harus ku isi (tugas sekertaris kelas) huft,,
dret,dreet.. Terasa hp ku bergetar, aku tersenyum melihat nama seseorang yang mengirim pesan padaku.
Andra : Hei, ibu sekertaris, sudah terima surat dokter ku? aku sakit.
Aku : Ibu? Huuh :-( ya sudah, sakit apa?
Andra : Biasa, eh hari ini ada ulangan gk?
Aku: Ngk.
Walau percakapan kami lewat sms hanya sebentar tapi aku senang, sikap Andra sama dinginnya dengan sikap Alka.
Dreet,dreet..
Hpku kembali bergetar, "Alka?"
aku melirik ke belakang, ehmmm selalu saja seperti itu, setiap guru pelajaran tak datang, dia pasti standby di depan laptopnya, ku baca pesan darinya
Alka: Dia acuh padaku..
Aku: Kenapa? Akan ku coba tanyakan.
Aku dan sahabat-sahabatku keluar kelas, menghampiri Nata yang sedang duduk bersama Sita, "Hei Nata, bagaimana dengan Alka? Sepertinya dia serius" aku mulai mengintrogasi dia "Gak tau Ra, dia memang baik padaku, tapi aku tak bisa menyukai nya, aku bingung, lihat ini" dia memberikan hpnya padaku, aku membaca semua sms Alka yang dikirim pada Nata, aku saja iri melihatnya, sangat romantis. "Aku fikir dia orangnya setia, beri saja dia kesempatan" kataku sambil mengebalikan hp Nata, "Tapi Ra, kadang aku sebal dia suka marah tak jelas padaku, wajah dan sifat dia masih kekanak-kanakan, aku tak suka" ucapnya agak kesal "Mungkin saat itu dia sedang ada masalah atau apa gitu, jadi bawaannya marah" aku coba meyakinkan "Lagipula Ra aku menyukai seseorang tapi bukan Alka" Aku kaget, apa? Nata menyukai seseorang? siapa?
* * *

"Haduh.. cepat.. Jangan sampai aku kesiangan" keluhku saat angkot yang kunaiki berjalan sangat lambat, aku terus menggerutu tapi apalah daya toh bukan aku yang mengendarai angkot ini jadi aku hanya bisa pasrah pada keadaan ini. Namaku Ara (katanya itu singkatan nama orangtuaku Anisya dan RAsyid), aku gadis berumur 17tahun, aku sekolah di salah satu SMA Negeri favorit di kotaku, hobi ku menggambar dan menulis, pelajaran sekolah yang aku suka Bhs.Indonesia, Bhs.Inggris, Fisika, Biologi, dan Seni. Aku tak bisa mengendarai sepeda motor da berenang, yeah meskipun aku tinggi itu mungkin karena faktor genetik saja. Ayahku seorang pengusaha yang bergerak dibidang industri dan teknologi, bundaku seorang dokter, aku pun ingin menjadi seorang dokter seperti bunda, kedua orangtuaku pintar jadi aku tak mengikuti les di lembaga bimbingan belajar atau guru privat karena ditengah kesibukannya orangtuaku pasti meluangkan waktu untuk menjadi guru les privatku hi,hi,hi..
Bahagianya hidupku tapi aku tak boleh bangga dengan semua ini, aku harus terus berusaha agar cita-citaku tercapai, tapi ada beberapa sifatku yang tak sama dengan orangtuaku,
1.Aku selalu bangun kesiangan
2.Aku adalah Putri tidur yang manja.
3.Hueks, aku jarang beruntung dalam urusan cinta (always broken heart).
Huft, itulah aku, tapi aku tak memungkiri bahwa aku lucu meskipun tak secantik bundaku, ha,ha..
Oke kita kembali ke ceritaku.
"Aku sampai, aku sampai" batinku saat hendak memasuki gerbang sekolah yang masih terbuka sekitar 5cm, pinggangku kurasa cukup untuk menerobos masuk kesitu, alhamdulilah aku selamat, tapi tantangan belum berakhir, aku masih harus menaiki tangga menuju kelas karena kelasku (XII.IPA) ada di lantai 3, aduh sial baru kali ini aku terlambat ke sekolah walau aku sering bangun kesiangan, batinku geram.
Huuh, ternyata memang sial, dikelas sudah ada ibu cantik yang kadang-kadang bisa menggigit, mati aku, ku lihat sekelilingku eh ternyata si pangeran es juga terlambat y, adi aku tak akan dihukum sendirian, kami pun masuk berbarengan "Assalamualaikum" ucapku takut melihat tampang sinis bu cantik itu, "Hei, nona Ara mau apa kamu masuk? kamu sudah saya alpa kan?" what cuma telat 3menit aku di anggap tak masuk pelajaran, oh y Allah. "Dan kamu Alka, berdiri di depan, berdoa lalu duduk" aku yang sudah membalikkan badan menuju pintu keluar kelas terkejut dan menghentikan langkahku "si pangeran es di izinkan masuk sedang aku ditendang keluar, ya ampun sungguh tak adil" gerutu ku dengan artikulasi yang jelas, berharap si pangeran es itu mendengar dan menentang ketidak adilan ini aaakh Annoying.. aku keluar dan berdiri di depan kelas, ingin tau apa yang selanjutnya akan diperbuat si prince ice itu, aku menguping pembicaraan di dalam, terdengar "Maaf Bu, mengapa anda memperlakukan saya dan Ara berbeda, padahal kami sama-sama murid ibu yang datang terlambat, ini tidak adil Bu, saya juga harus di hukum, maaf bu, permisi." Hah benarkah yang berbicara itu si pangeran es, wow dia membelaku (ha,ha wew G.R) duug.. "aww sakit, haduh" aku mengelus-elus jidatku yang tercium pintu yang dibuka si pangeran es itu, " Hei, sejak kapan kau berdiri disitu?" seperti biasa sikapnya dingin dan acuh "Ya ampun kau malah bertanya seperti itu, kau tak bertanya tentang keadaanku, huuh dasar kau pangeran es" aku mencibir "Hei, kau bilang apa?? pangeran es??" terlihat raut mukanya bingung "Yah, pangeran es, memangnya kenapa?" jawabku sambil berjalan menuju perpustakaan, dia mengikutiku dari belakang "Hei, mengapa kau memanggilku begitu? Jangan-jangan kau suka padaku y? Eh tak mungkin,, aku tau siapa orang yang kau suka....." mendengar kata-kata terakhirnya aku langsung berbalik "Haah.. Tau apa kau tentang orang yang aku suka??" tanyaku curiga sambil menyimpan tas ku di tempat penitipan tas perpustakaan,
"Aga? Ha,ha aku bercanda, aku tau kau tak menyukainya" ekspresinya datar, aku coba mengalihkan pembicaraan "Eh Al, aku juga tau loh gosip itu ha,ha" terlihat kini raut mukanya berbalik panik "Ayo, kita bicara serius..!!" dia menarik tanganku menuju tempat duduk, "Wew, serius? Hi,hi" aku tertawa, dia membungkam mulutku "Jangan tertawa, aku lebih suka kau tersenyum" raut wajahnya kembali dingin, huft dasar.  "Baiklah.. Aku memanggilmu si pangeran es bukan karna aku suka padamu tapi karna sikap dan sifat kamu yang dingin dan jutek itu. Ya jelas aku tau siapa orang yang kau suka, karena orang yang kau suka teman sekelas kita juga kn, dia sering curhat loh padaku". Alka mendengar ceritaku dengan serius namun dia hanya menjawab "Oh" ya ampun singkat sekali, aku bangkit dari tempat duduk menuju rak buku hendak mencari sesuatu yang bisa kubaca, "Hei, bagaimana dengan Aga bukankah dia menyukaimu dari dulu" mendengar nama Aga, aku diam membisu, mulai mengingat sosok yang selalu memberiku cokelat setiap hari valentine, membawakan oleh-oleh kue khusus untukku saat dia pulang setelah mengikuti pertandingan sepak bola di Bandung, aku masih ingat aku menangis saat itu, aku merasa bersalah pada Aga karena aku tak bisa membalas rasanya padaku, Aga maaf aku andai aku bisa membalikan hatiku agar ku juga menyukaimu, akan ku lakukan itu untuk orang sebaik kamu, tapi aku tak bisa, maafkan aku, aku selalu berdoa agar kau mendapat seseorang yang lebih daripada aku.
* * *
Aku dan Alka kembali ke kelas saat bel pelajaran ke 2 berbunyi, ketiga sahabatku telah menyambutku didepan pintu, mereka langsung menyergap ku dengan banyak pertanyaan dan memberikan buku agenda kelas yang harus ku isi (tugas sekertaris kelas) huft,,
dret,dreet.. Terasa hp ku bergetar, aku tersenyum melihat nama seseorang yang mengirim pesan padaku.
Andra : Hei, ibu sekertaris, sudah terima surat dokter ku? aku sakit.
Aku : Ibu? Huuh :-( ya sudah, sakit apa?
Andra : Biasa, eh hari ini ada ulangan gk?
Aku: Ngk.
Walau percakapan kami lewat sms hanya sebentar tapi aku senang, sikap Andra sama dinginnya dengan sikap Alka.
Dreet,dreet..
Hpku kembali bergetar, "Alka?"
aku melirik ke belakang, ehmmm selalu saja seperti itu, setiap guru pelajaran tak datang, dia pasti standby di depan laptopnya, ku baca pesan darinya
Alka: Dia acuh padaku..
Aku: Kenapa? Akan ku coba tanyakan.
Aku dan sahabat-sahabatku keluar kelas, menghampiri Nata yang sedang duduk bersama Sita, "Hei Nata, bagaimana dengan Alka? Sepertinya dia serius" aku mulai mengintrogasi dia "Gak tau Ra, dia memang baik padaku, tapi aku tak bisa menyukai nya, aku bingung, lihat ini" dia memberikan hpnya padaku, aku membaca semua sms Alka yang dikirim pada Nata, aku saja iri melihatnya, sangat romantis. "Aku fikir dia orangnya setia, beri saja dia kesempatan" kataku sambil mengebalikan hp Nata, "Tapi Ra, kadang aku sebal dia suka marah tak jelas padaku, wajah dan sifat dia masih kekanak-kanakan, aku tak suka" ucapnya agak kesal "Mungkin saat itu dia sedang ada masalah atau apa gitu, jadi bawaannya marah" aku coba meyakinkan "Lagipula Ra aku menyukai seseorang tapi bukan Alka" Aku kaget, apa? Nata menyukai seseorang? siapa?
* * *
To Be Continue..

Wednesday, May 11, 2011

Carpon Sunda : "Kereteg Hate"

Hai semua,, ini carpon buatan admin Bank Of Science sendiri loh tapi dalam bahasa sunda, jika ada yang tidak mengerti bahasa nya boleh di tanyakan. Terimakasih, semoga dapat menghibur.





Cahaya bentang pating gurilap, bulan imut ngagelenyu ninggali kuring keur diuk di jandela kamar bari ngainghak ceurik, angina ngahiliwir karasa tiis, peuting ieu bet meuni asa endah katempona, tapi kunaon hate kuring bet meuni asa ripuh, rasa kaambek geus pinuh na ubun-ubun, kuring haying ngambek tapi teu bias, meureun kusabab kuring awewe jadi naluri kuring leuwih gede tibatan rasa amarah. Sarebu tanya minuhan pikiran kuring, naha bet ibu sareng bapa jadi teu ngawidian kuring ngilu pasanggiri eta, teu pira ngan saukur nulis jeung mikir, asa ku araraneh. Leuheung lamun diulahkeunnana the mun  kuring ngilu pasanggiri model anu gutak gitek di catwalk, kuring ge rada kaharti mun kitu mah, mung ieu mah aduh… ah pararusing, dug sek kuring ngarungkup dina simut.

Kongkorongooook….
Tok,tok,tok….    

“Teh gugah atos siang” kadenge sora indung  kuring ngagero bari ngetrokan panto, kuring ngaleret  kana jam, “Aduh jam 05.00” kuring reuwas, henteu biasana kuring hudang sabeurang kieu kuring nangtung tur muka panto bari wegah mun kuring  keur teu solat jeung sakola mah mereun kuring moal kaluar ti kamar sapopoe, arek jadi nyi komar we ha,ha. Kuring kaluar ti kamar tungkul bari jamedud, “Cu, kunaon bageur meuni jamedud kitu?” pok bapa kuring nanya, kuring ngan saukur imut ngagelenyu bari wegah, “Neng geulis, ibu mah teu ngawidian teh lain ulah tapi ibu nyaah sieun Neng kunanaon, apan Neng teh anak nu dipika deudeuh ku ibu sareng bapa jadi mataksieun lamun aya nanaon mangkaning Jogjakarta teh lain tempat anu deukeut”. Indung kuring ngadeukeutan bari ramisak ceurik, hal anu teu bias ku kuring ditempo teh nyaeta nempo ibu jeung bapa kuring ngaluarkeun cimata. Kuring nangkeup indung kuring tur pok ngomong “Ibu, Neng moal ngiring upami ibu sareng bapa teu ngawidian mah, hampura Neng tos salah paham ka ibu sareng bapa”. Kuring ngilu ceurik nginghak “Jung cu, jung bapa sareng ibu ngawidian demi kasuksesan Neng, doa ibu sareng bapa aya dina tiap langkah Neng”. Kuring bingah, kuring jangji moal ngecewakeun ibu sareng bapa, kuring pasti berjuang.
* *  *
         
Braaaak… kadenge aya nu ngebragkeun meja “Nisaaaaa….kerjakeun soal dihareup, ngalamun wae” kuring reuwas, katempo dosen kuring geus nangtung hareupeun kuring bari melak cangkeng, kuring karek nyadar yen tadi kuring keur ulin ka hayalan jaman baheula basa kuring SMA, ayeuna kuring geus jadi panulis, 3 novel jeung 1 kumpulan carpon kuring geus di publikasikeun jeung meunang respon anu alus ti masarakat. Kuring Annisa, umur kuring ayeuna 20 taun, kuring kuliah di salah sahiji universitas di kota Bandung jurusan Sastra jeung Bahasa semester 4. “Nisaaa hayoh kahareup cicing wae !” dosen kuring ngambek, kuring buru-buru ngajawab bari tungkul sieun “Tapi pa, kuring teu acan paham” ayeuna dosen kuring ngaleret ka sakabeh murid nu aya di kelas “Sok, saha anu arek ngabantuan Nisa ngerjakeun soal di hareup?” tantang dosen eta, jep sakabeh murid jempling “Kuring Pa” ceuk hiji sora ti tukang, kuring ngaleret ka tukang wahh… saha eta  anu arek ngabela kuring, aya rasa atoh dina hate kuring sabab kuring aya nu ngabela. Sangges kajadian eta kuring jadi deukeut jeung jalma anu ngabelaan kuring kamari, jalma eta teh ngarana Sam, biasa di sebut kitu tapi ngaran aslina mah Samuel cenah.

          Jadwal kuliah geus beres, kuring buru-buru rek balik tapi pas rek kaluar gerbang kampus, breeeetttt,, hujan gede jadi kapaksa kuring ngiuhan heula, muga we hujanna sakeudueng, “Nisa…” kuring reuwas, aya anu nepak taktak kuring, “Eh” kuring ngereret “Ah, Sam geuning, aya naon?” kuring bingung nempo manehna aya didieu oge, “Gak apa-apa ko Sa he,he” manehna imut, aduh meuni lucu katinggalina, aduh kuring mikir naon sih, entong kitu Nisa hayoh istigfar. Sam lain asli urang Sunda, manehna katurunan Tionghoa jadi teu aneh lamun panonna rada sipit tur kulitna bodas, manehna can rada bentes ngomong sunda jadi bahasana sakapeung campuran, Indonesia jeung sunda. Kadenge sora adan ngumandang kuring niat arek solat heula bari nungguan hujan, “Eh Sam, punten Nisa bade awoh ashar heula nya ka masjid” kuring ngaleos ninggalkeun Sam anu katempona rada bingung ngartikeun omongan kuring bieu.

Di mesjid kampus
“Assalamualaikum wr.wb” astagfirullah, kuring ngajenghak reuwas pas salam kadua tanda beres solat pameunteu kuring pasangrok jeung pameunteuna Sam, aduh ti iraha budak ieu di dieu, ;’Haaah, Sam ngareureuwas” kuring ngagebug leungeunna “Sam terang timana Nisa aya di dieu? aduh make kadieu sih ieu budak pan ieu mah tempat khusus akhwat” kuring ngomong bari nyiwit pipina “Aduh Nisa sakit” ceuk manehna bari ngusap pipina nau di ciwit bieu ku kuring, kuring ngan bisa seuseurian nempo manehna nyerieun, ha,ha.. “Nisaa kamu lagi apa tadi? Ko pake baju putih kaya pocong aja, hi,hi” manehna nanya bari ngeleg “Ih Sam, (kuring jamedud) tadi kuring solat, solat teh ibadah anu wajib di laksanakeun ku sakabeh umat muslim, kin cerita lengkepna di jalan we nya isin di dieu mah seueur jalmi” kuring jeung Sam tuluy indit kaluar. Loba pisan pertanyaan anu di ajukeun ku manehna ka kuring soal agama, kuring malum da kuring jeung manehna mah beda agama, agama manehna mah keristen.

          Lila beuki lila kuring jadi deukeut jeung manehna, aya rasa anu beda dina hate Lmun kuring ninggali raray na, kuring bingung rasa naon eta, nu jelas rasa ieu hoyang pisan lamun nempo manehna bagja. Kuring leumpang ka kelas bari ngabogaan rasa bagja, sabab rek papanggih jeung pujaan hate anu dipikaheman geus saminggu kuring teu papanggih jeung manehna, sugan we poe ieu mah aya. Satepina di kelas, kuring lurat-leret ka sakuriling kelas tapi teu katempo anu di tutungguan teh, ah meureun can datang hate kuring ngabatin. Bet aya rasa karingrang ngarungkupan. Kaluar ti kelas, kuring buru-buru ka kost an, jarak ti tempat kuliah ka kost an kuring teh deukeut. Jadi, bisa kalampah ngan saukur ku leumpang. Rencana na ti kost an kuring rek neang Sam ka imah na, sieun aya kajadian nu teu dipikahayang nimpa ka manehna, das sms kuring teu di bales, telepon oge teu di angkat.

          Tok,tok,tok…“Punten” kuring ngetrok panto bari ngagero, kadenge panto dibuka “Iya, eh ini Neng Nisa ya? mari masuk” ceuk nu muka panto ramah, haaaah kuring reuwas, naha anjeunna nyaho yen kuring teh Nisa apan kuring  teu  acan pernah kadie, nyaho imahna ge  karek bieu ti babaturan kuring. “Oh muhun” kuring ngan saukur bisa imut tapi hate mah ringrang maratan langit, tuluy kuring asup bari olohok waah.. bener ieu teh imah Sam aduh gede pisan subhanallah kawas istana, “Neng Nisa silahkan duduk, sebentar bibi panggilkan dulu ibunya” oh jadi eta pembantuna, tapi dangdananna keren kos lain pembantu, tuluy pembantu eta indit. Teu kungsi lila, “Assalamualaikum” katinggali aya awewe saumuran indung kuring nangtung di hareupeun kuring “Waalaikumsalam” buru-buru kuring ngajawab “Oh ini Nisa ya? Samuel sering cerita tentang Nisa, katanya Nisa baik,cantik, keliatannya Sam sayang sekali sama Nisa, kalau Nisa gimana sama Sam?” kuring reuwas maratan langit, ieu indungna Sam? Haah.. naha make kerudung apan keluargana Sam agamana keristen, kuring masih keneh bingung tur ngajawab “Muhun ibu, Nis age nyaah (jawab kuring bari lingsem) ehm, punten ibu upami Sam kamana atos 7 dinten teu lebet ka kuliah?” ngadenge pertanyaan eta indungna Sam cicing, wah aya naon ieu kuring sieun,rasa ringrang balik ngarungkupan kuring, aya naon? Sarebu tanya jeung kasieun minuhan pikiran kuring. “Nisa ayo ikut ibu, ada sesuatu yang mau ibu tunjukkan tapi ibu gak bias bilang sekarang” indung Sam langsung nangkeup kuring, kuring teu ngarti naon maksudna tuluy indungna pok ngomong “Terimakasih ya sayang” cimata langsung ngucur ti mata indung Sam. Sam? kamana anjeun?

          Sapaparat jalan kuring ngan bisa tungkul sabari maca kalimah kalimah zikir, sakapeung indungna Sam nyekel leungeun kuring tanda nenangkeun. “Nisa kita sudah sampai” kuring beunta tuluy luak lieuk kasakuriling tempat eta, naha indung Sam ngajak kuring ka pasantren kieu, kuring leumpang nuturkeun indungna Sam, indungna Sam ngetrok ka hiji panto, bray panto eta di buka, kuring olohok kasengsem “Sam” bener anu diuk eta Sam? subhanallah kasep pisan, manehna make gamis jeung peci bodas meuni rapih katinggalna, “Nisa” indungna Sam ngagupayan ngajak diuk ka kuring tuluy indungna Sam nyaritakeun naha Sam bet aya di dieu, manehna jeung kulawargana ayeuna geus islam, subhanallah kuring bingah kabina bina, saurna Sam berubah gara-gara kuring, Sam nyaah pisan ka kuring, kulawargana ge teu nentang basa Sam mutuskeun rek asup islam malah kulawargana ngilu asup islam.

          Di taman kawasan pasantren eta kuring leuleumpangan jeung Sam, aduh kuring teu kiceup kiceup nempo dirina subhanallah sababaraha kali kuring ngucap kalimah eta (aduh kuring meuni sungguh terlalu ha,ha) di tengah tengan jalan Sam  ngeureunkeun leumpangna tuluy malik neteup kuring, kuring asa risih di kitukeun ku manehna “Nisa ayeuna urang tos saagama, Nisa hoyong teu jadi bidadari anu maturan hirup Sam salilana dunia sarta aherat?” kuring lingsem tanda satuju.

Written By Pudji Anisya (Jisya Rasyid)

Monday, May 9, 2011

Hikayat Gunung Tidar : Story New Version

Syahdan, dahulu kala tanah jawa ini masih berupa hutan belantara yang tiada seorangpun tinggal disana. Sebagian besar wilayah jawa ini dahulu masih dikuasai berbagai makhluk halus, konon tanah jawa yang dikelilingi laut ini, bak perahu yang mudah oleng oleh ombak laut yang besar. Maka, melihat itu paradewa segera mencari cara untuk mengatasinya, berkumpullah para dewa untuk membahas persoalan tanah Jawa yang tidak pernah tenang oleh hantaman ombak itu.
 Di utuslah sejumlah dewa bertugas menenangkan pulau ini, mereka membawa sejumlah bala tentara menuju pulau Jawa sebelah barat namun tiba-tiba pulau Jawa kembali oleng dan berat sebelah karena para dewa dan bala tentara hanya menempati wilayah barat, agar seimbang, sebagian dikirim ke timur, usaha ini masih gagal. Setelah beberapa saat berfikir akhirnya muncul ide yaitu para dewa menciptakan paku raksasa untuk ditancapkan dipusat tanah Jawa. Tancapan paku raksasa tersebut kemudian dipercaya sebagai gunung Tidar oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa gunung Tidar dijaga oleh seorang jin yang bernama Kiai Semar, dia sangat jahat, sehingga tiada seorangpun yang berani menginjakkan kakinya di tempat itu. Setiap ada orang yang akan menempati tempat itu Kiai Semar mengirim wadyabalanya yaitu para raksasa dan genderewo untuk membunuhnya.

Ribuan tahun telah berlalu, kini gunung Tidar tak seperti dulu, telah banyak masyarakat yang tinggal disana, bahkan sekarang telah menjadi kota besar, konon menurut cerita Kiai Semar telah berhasil ditaklukan oleh seorang ksatria bernama Syekh Subakir yang berasal dari negeri Persia. Gunung Tidar yang disebut juga sebagai paku pulau Jawa terletak di Magelang Selatan, provinsi Jawa Tengah dijadikan sebagai tempat latihan para taruna AKABRI karena terletak didalam kompleks Akademi Militer (sekolah calon perwira).
Siang hari, di kompleks Akmil (Akademi Militer)

Butiran keringat terlihat membasahi seluruh tubuh dari setiap sosok orang berpakaian hijau yang sedang berlatih di tanah luas itu, memang cuaca hari ini sangat panas namun, itu tak memadamkan semangat mereka untuk tetap berlatih. Sosok tubuh yang kekar, tinggi, gagah serta tampan itu bernama Bima, ia terlihat sangat antusias dan semangat menjalani latihan ini. Setelah latihan selesai ia pergi ke sebuah sungai yang tak jauh dari kompleks tersebut, untuk beristirahat dan menenangkan fikiran sejenak, kebetulan hari sabtu latihan hanya dilakukan sebentar dan hari minggu para taruna AKABRI di liburkan.

Panas begitu menyengat, mencubit sampai ke tulang dan ulu hati, akhirnya Bima memutuskan untuk mandi di sungai tersebut, saat ia sedang asyik berendam di air tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh pinggangnya, itu membuatnya kaget. Ah, ternyata hanya sebuah kain, kain yang lebih mirip sebuah selendang dan di salah satu pojok kain tersebut tertulis sebuah nama yaitu "Annisa", entah siapa pemilik selendang ini, ah, mungkin saja milik bidadari yang turun dari langit, fikirnya.
Saat ia beranjak akan pulang, tiba-tiba terdengar tangisan seorang perempuan. Lalu, ia berjalan menuju sumber suara tersebut, ia tercengang melihat sosok yang ada didepannya, sungguh sempurna.. bahkan jilbab yang ia kenakan sedikitpun tidak mengurangi kecantikannya, diakah Annisa? gumam Bima.
Ya, ternyata benar dialah Annisa, Annisa menjauh saat Bima mendekatinya, namun perlahan-lahan Bima berhasil meyakinkan Annisa bahwa dia bukanlah orang yang jahat, Annisa terlihat sumringah saat selendang itu telah kembali ke tangannya, selendang itu sangat berarti karena itu pemberian dari kakeknya, ia mengucapkan terimakasih namun, ia hanya menunduk seakan tak berani menatap wajah sang pahlawan yg telah membantunya hari ini.
setelah pertemuan itu, hampir setiap hari Bima pergi ke sungai tersebut, ia berharap dapat bertemu dengan Annisa kembali, mungkin ia telah jatuh cinta pada Annisa, selain itu ia juga mencari informasi tentang Annisa kepada warga sekitar, ternyata Annisa adalah anak dari ustadz Shidiq, pemilik sebuah pesantren yang cukup ternama disini, kebetulan pak Susilo atasan Bima mengenal ustadz Shidiq bahkan mereka sudah akrab, hal ini sangat menguntungkan Bima hingga akhirnya Bima pun dapat akrab dengan keluarga Annisa, ternyata ustadz Shidiq dan keluarganya adalah keturunan dari Syekh Subakir.
Hari Sabtu dan Minggu para taruna libur latihan, hari itu ia gunakan untuk pergi ke pesantren ustadz Shidiq, walaupun disana ia lebih sering bertemu dengan ustadz Shidiq daripada Annisa, itu tak membuatnya kecewa karena tujuannya datang ke pesantren bukan hanya untuk bertemu Annisa tetapi ia juga ingin memperdalam tentang ilmu agama.

Malam itu terasa begitu hening dan dingin, waktu menunjukkan pukul 23.30 saat Bima beranjak menuju tempat tidur tiba-tiba terdengar hentakan kaki yang menyebabkan goncangan yang begitu hebat, apa yang terjadi sebenarnya?? Setelah beberapa saat suara hentakan dan goncangan tersebut melemah hingga akhirnya menghilang.
Keesokan harinya...
Terdengar berita bahwa Annisa dan keluarganya hilang entah kemana, semua warga pesantren beserta warga sekitar mencari mereka, pak Susilo dan Bima yang mendengar kabar tersebut mengerahkan anak buahnya untuk ikut mencari. Pencarian hari pertama gagal.
Malam hari..
Di dalam mimpi Bima
Terlihat dua orang itu sedang bertarung, yang satu bertubuh sangat besar nampak seperti raksasa sedangkan yang satu nampak seperti manusia biasa ia memakai pakaian berwarna putih dan bersorban. Seketika Bima teringat akan cerita Syekh Subakir dan Kiai Semar, mungkinkah dua orang yang sedang bertarung dihadapannya sekarang adalah mereka. Pedang emas ditangan Syekh Subakir teracung dan mendarat di perut Kiai Semar, ia terlihat sangat kesakitan, lalu ia berbicara dengan suara bergetar, "ha,ha kau jangan senang dulu Subakir..!! Mungkin saat ini kau dapat melenyapkanku namun, kelak saat cucu perempuanmu dewasa aku akan bangkit kembali, akan ku jadikan dia sebagai istri, dan akan ku jadikan keturunanmu yang lain untuk ku jadikan budak dan akan ku hancurkan wilayah Tidar ini, ha,ha." seiring dengan tawa suara itu melenyap.

Keesokan harinya saat Bima terbangun dari tidurnya ia tercengang melihat sebuah pedang emas yang ada ditangannya, kemudian ia berlari menuju ruangan pak Susilo, ia menceritakan mimpinya semalam, Pak Susilo mengerahkan pasukannya untuk menyerbu gua dimana Annisa dan keluarganya disekap. Mereka mempunyai waktu selama 2 hari sebelum sang purnama datang, ternyata warga sekitarpun diculik oleh Kiai Semar untuk dijadikan budak.


Drap langkah nan gagah perkasa itu bersumber dari hentakan kaki pasukan yang berbaju loreng hijau, dengan semangat membara pasukan tersebut maju ke medan laga untuk bertempur menyelamatkan seluruh jiwa yang berada dalam ikatan sang raksasa, mereka sedikitpun tak merasa gentar, meski yang mereka hadapi kali ini bukanlah makhluk dari bangsa manusia. Terlihat Bima dan pak Susilo berada di barisan paling depan, mereka berdua yang memimpin pasukan ini, hentakan kaki pasukan tersebut terdengar semakin dekat menuju gua. Kiai Semar mendengar dan mengetahui kedatangan pasukan tersebut, ia memerintahkan wadyabalanya untuk menjaga benteng gua. Pasukan loreng hijau tersebut maju ke medan tempur dengan berbekal senjata lengkap dan canggih, tak lupa mereka berdo'a karena mereka tahu musuh yang dihadapinya saat ini bukanlah musuh biasa.

Sesampainya di depan gua pak Susilo memerintahkan Bima untuk masuk diam-diam kedalam gua, sementara pak Susilo dan pasukannya akan mengalihkan perhatian para raksasa dan genderewo yang menjaga benteng gua tersebut. Para raksasa dan genderewo langsung menyerang, cahaya merah keluar dari tangan mereka lalu diarahkan ke pasukan loreng hijau, seketika terlihat percikan api menyambar pasukan, namun pasukan berhasil menghindar, pasukan loreng hijau menyiapkan senjata berupa pistol,bom, panah dan alat-alat lainnya, setiap kali mereka akan menyerang mereka selalu menyertainya dengan mengucapkan kalimat "ALLAHU AKBAR". Pertempuran terjadi begitu sengit, berkat kerja keras dan do'a akhirnya satu persatu raksasa dan genderewo berhasil mereka taklukan tetapi, tak sedikit juga pasukan loreng hijau yang gugur, darah tercecer dimana-mana, melihat kekalahan wadyabalanya Kiai Semar menjadi murka, ia marah besar, ia berteriak dan menghentakan kakinya tiba-tiba awan hitam dilangit berkumpul di sekitar medan pertempuran itu, lalu muncullah petir dan hujan dari awan tersebut menyambar pasukan loreng, mereka berhasil menghindar, dengan semangat yang kian membara mereka menembakkan senja ke arah Kiai Semar namun semua sia-sia.
Keadaan di dalam gua..

Sudah hampir 1 jam Bima menelusuri seisi gua akirnya ia berhasil juga menemukan tempat dimana ustadz Shidiq, keluarganya, dan masyarakat lain dikurung, dengan cepat Bima membuka gembokan tempat itu dengan pedang emasnya. Ustadz Shidiq mendekati Bima dan memberikannya sebuah selendang, melihat selendang tersebut Bima teringat akan Annisa, dimanakah dia?
"Bima anakku, ikatkan selendang ini pada pegangan pedangmu, gunakan ini untuk membunuh Kiai Semar, jangan kau khawatir terhadap Annisa karena dengan cinta sucimu Annisa akan baik-baik saja, cepatlah nak!" ucap ustadz Shidiq, "Baik pak." jawab Bima panik.

Di luar gua..
Bima tercengang melihat pemandangan yang ada di hadapannya, "Tak mungkin." ucap Bima, ia tak percaya atas apa yang dilihatnya saat ini. Pak Susilo beserta pasukannya telah gugur, darah berceceran dimana-mana, seketika kemarahan menjalar ke seluruh tubuh Bima, Kiai Semar hanya tertawa menikmati semua ini "Ha,ha mati kalian semua", tanpa fikir panjang Bima mengacungkan pedang emasnya, ia berlari dan menusukkan pedang itu tepat diperut Kiai Semar, ia seraya berseru "Allahu akbar..!?" Kiai Semar terjatuh dan merintih "aaaah.." tak lama tubuh Kiai Semar berubah menjadi cahaya yang menyilaukan, "Bimaa.." teriak sebuah suara, Bima berbalik dan tersenyum "Annisaa.." bersamaan dengan pertemuan mereka cahaya Kiai Semar menghilang dan lenyap.



Written By : Pudji Anisya

Thursday, April 7, 2011

Cerita Motivasi dari Seekor Tikus

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHaSxVtsXxbC68TPP4ae9e5hqojsSATaOwzuqQtDoMFay_E-r7T1LKxFXJQmKUpH3wsOv7cxjH6RtEzKzlfxPYCniTKIThuhmcuzD2t2JOaoGUqKldESZuTIyXzxTiTFA60sjVRFCH9Ro/s1600/tikus.jpg 

Kali ini Bank Of Science menyajikan cerita yang dapat menjadi motivasi untuk anda.





Siang itu, sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam.


"Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak

"Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!"

Ia mendatangi ayam dan berteriak
"Ada perangkap tikus"

Sang Ayam berkata
"Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Lalu sang Kambing pun berkata
"Aku turut bersimpati.. . tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
"Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata
"Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0BxlwiODGgoCV4K2PNIa8wBN-HgeOxUQYayGWDXlyupnCDjrVWaCXJYfSwPyCwrbWGZyEYKgZz4kt2UZJ4u428f4a4dlqMYQNsjmQfWPnUNsraChzC8O8jx3wfxjObaYWguCToKYE080/s320/farmscene.gif

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi. Menandakan perangkapnya telah memakan korban.

Namun ketika melihat perangkap tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, namun sang istri sempat tergigit dan teracuni oleh bisa ular tersebut.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, sang istri sudah diperbolehkan pulang. Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi yang tak turun-turun juga. Atas saran kerabatnya, ia membuatkan isterinya sup ayam untuk menurunkan demamnya.

Semakin hari bukannya semakin sembuh, justru semakin tinggi demam isterinya. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya.

Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu.

"Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kisah di atas, suatu ketika Anda mendengar seseorang sedang dalam kesulitan atau masalah dan Anda mengira itu bukan urusan Anda, maka pikirkanlah sekali lagi."

Cerpen "The One I love"

Kali ini Bank Of Science ingin membawa anda para pembaca kedunia khayalan, he,he.. ini cerpen buatan admin sendiri loh...
(cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tokoh dan alur cerita, itu bukan kesengajaan karena cerita ini berasal dari pemikiran, imajinasi dan hati saya he,he..)




Malam ini begitu indah sang purnama bersinar terang, namun rasa dingin menjalar ke seluruh tubuh, menyusup sampai ke tulangku, rasa itu kian menyesakan dadaku, butiran air mata ini jatuh di pundak sang malam "jangan menangis bintang, ini untuk masa depan kita, kita sama-sama berjuang, bukankah kau yang selalu bilang, walau kita jauh hati kita dekat, ku pasti menunggumu, ketahuilah, hanya kau bintangku yang terindah" suara itu semakin membuat tangisanku menjadi.4tahun? Itu bukan waktu yang singkat,, meskipun sementara tapi sangat sulit untuk berpisah dengannya, namun, apa dayaku, ini semua demi masa depan dan cita-citaku, toh dia berjanji akan menungguku, begitupun aku, akan selalu menunggunya.Siang itu matahari bersinar terang, langkah kaki ini seakan sulit untuk di gerakan, "bintang, cepat nak" terdengar suara ayah memanggilku, "iya ayah sebentar,apa Bayu tidak mengantarkanku?" aku melihat-lihat sekeliling rumahku "dia harus bekerja sayang, tadi pagi dia kesini, tapi kamu masih tidur, jadi dia menitipkan ini untukmu". Yah, aku tau kesibukannya, dialah sosok yang ku banggakan, sosok yang bertanggung jawab, ku buka kotak merah berpita hitam tersebut, aku tercengang melihat sesuatu dalam kotak tersebut "cincin" senyum terkembang di wajahku melihat tulisan nama kami tertera dalam cincin tersebut, aku pergi dengan perasaan galau, namun aku juga senang menerima cincin ini.
* * *


18 bulan telah ku lalui di tempat baruku, jauh dari orangtuaku, keluargaku, juga angin ku (Bayu) meskipun komunikasi antara aku dan Bayu masih lancar namun tetap aku merasa kesepian, kini hanya bayangan Bayu dan cincin itu yang menemani kesepianku.. Oya, aku kuliah di salah satu universitas ternama di kota Bandung, kebetulan kosan ku tak jauh dari tempat kuliahku, hari ini cuaca cukup panas, hampir saja aku sampai di tempat kuliahku namun aku lupa sesuatu, aku berlari secepat kilat kembali ke kosan, aku bingung saat menemukan sepucuk undangan pernikahan di depan kamarku, apa ini untukku? Siapa yang menikah? Deg..deg.. Aku tertegun memandang undangan itu, darah mengalir begitu cepat, lebih cepat dari saat aku dikejar-kejar anjing tetangga.. Perlahan ku buka undangan tersebut, dep.. ah ternyata ini undangan dari Arlan, teman semasa SMA ku dulu, rasa lega menyelimutiku, namun ternyata ada 2 undangan yang ada di tanganku......  rasanya detak jantungku berhenti saat ku baca tulisan "Bayu Anggara" dengan "Karenia" "apa..!! tak mungkin ini angin.ku.. Tidak..!!" aku jatuh, duduk terkulai lemas dilantai, rasa tak percaya kian menyesakan dadaku, "Tidak mungkin1000000x..." hanya kata itu yang dapat terucap dari keluhnya bibirku.. Bisakah ku tahan airmataku, aku berlari jauh tanpa tujuan akan kemana aku..
Aku terus berlari, bayangan Bayu dan kenangan-kenangan itu kian bermunculan dalam ingatanku, secepat itu kah dia melupakanku, mengapa semuai ini terjadi secara tiba-tiba, mengapa dia tak pernah bilang padaku, padahal aku sudah 5tahun hidup bersama Bayu, sungguh sakit rasanya menerima semua ini. "Tenoonet..tenoneet" ponsel ku berbunyi, ku lihat, ternyata itu Bayu, ku matikan ponselku, aku tak ingin mendengarnya saat ini, ingatanku kembali bernostalgia.. "Jika malam tiba dan kau rindu padaku rasakan angin yang berhembus, kau kan mendengar aku memanggil namamu Bintang" ucap Bayu, dia duduk bersamaku di taman depan rumahku, sungguh indah saat itu, aku duduk bersama orang yang ku cintai di bawah sang malam, "Jika kau merindukan, lihat lah bintang-bintang itu kau kan menemukan bayang wajahku disana anginku" ucapku, masih terasa hangat ingatan itu di memorikuku, namun kini semua tak akan lagi seperti dulu,,
* * *
2hari menuju hari itu...
Kebingungan kini melandaku, apa yang harus ku lakukan? Haruskah ku datang ke hari pernikahannya? Tapi, itu membuatku terluka.. Kembali ku teteskan air mataku untuknya, y Allah serapuh ini kah aku,, bahkan aku tak dapat penjelasan apapun darinya, mengapa dia tega melakukan ini padaku lalu, mengapa akhir-akhir ini dia sering menghubungi saat dia buat luka di hatiku, apakah dia bermaksud menjelaskan semua ini? tapi aku menutup diri terhadapnya, ya memang benar, tak pernah ku angkat telpon dari nya, sms dari nya pun ku hiraukan, tidak..!! Aku tak boleh seegois ini, mungkin dia melakukannya karena terdesak atau apalah.. Aku harus merelakannya, jika dia jodohku dia pasti kembali padaku namun jika tidak, aku harus merelakannya, y Allah kuatkan aku..
Ku ambil hp ku dan ku cari nama Bayu, tututt,ttuuutt.. "Hallo" seketika tangisanku ingin pecah saat ku dengar suara itu ..
* * *


Di halte..
Siang ini cuaca cukup panas, aku duduk menunggu kedatangan bus yang akan membawaku ke kota kelahiranku dan membawaku menuju hari itu, sepanjang perjalanan ku habiskan dalam lamunanku, teringat kembali perbincangan tadi malam di telepon
"Bintang, bukan keinginanku untuk menikahinya tapi orangtua ku, kau harus percaya, orangtuaku hanya ingin balas budi karena dulu keluarga Karenia telah membantu melunasi besarnya hutang keluargaku pada Bank maafkan aku Bintang, telah membuatmu seperti ini, namun sungguh hanya kamu yang kucinta, setelah aku menikah akan ku buat dia membenciku hingga dia meminta cerai dan aku akan kembali padamu" terdengar kesedihan dalam nada suaranya, itu membuat tangisanku tak terbendung lagi "Tak apa sayang, aku mengerti, jangan lakukan itu, dia wanita sama sepertiku, bagaimana perasaannya jika dia tahu kau akan melakukan itu? dia pasti terluka, jangan lakukan itu, cintai dia seperti kau mencintaiku, aku ikhlas walau itu sungguh menyakitkanku, mungkin bukan takdirnya untuk kita bersatu, mungkin kau bukan jodohku" suaraku tertahan dalam isak tangis, suara terakhir yang ku dengar dari Bayu ialah "Kau satu-satunya Bintang dalam hatiku"
* * *


Hari itu pun datang,,
Suasana pernikahannya cukup meriah, aku terkesima memandang sosok tampan berbaju putih itu "Bayu" bahkan aku lupa kapan terakhir kita bertemu, haruskah kuperlihatkan kedatanganku padanya? Ya, bagaimanapun juga aku harus memberi selamat padanya, ku hampiri dan menyalami mereka, ya Allah aku ikhlas, kuatkan aku ya Allah..
* * *


36 bulan telah berlalu untuk melupakannya namun, jujur itu suatu hal yang tak mudah untuk ku lakukan, apalagi saat ku lihat Bara kecil itu, dia sangat mirip ayahnya, hidungnya, matanya, bahkan tatapan mata anak itu padaku terlihat seperti Bayu, yah, Bara kecil itu salah satu murid di paud tempatku mengajar, orang tuanya terlalu sibuk bekerja hingga Bara segera di masukkan sekolah paud, pekerjaanku disini hanya pekerjaan sampingan, pekerjaan tetapku ialah seorang guru Fisika di SMAN Nusa.
* * *


Hatiku masih sakit, y Allah apa benar aku ikhlas atas pernikahan mereka sedangkan sampai saat ini, aku belum bisa melupakannya 3 tahun sudah aku menjalani semua, y Allah berdosakah aku pada suamiku karena sesungguhnya dalam hatiku masih ada Bayu? Maafkan aku suamiku.. Ya, 2 tahun setelah pernikahan Bayu, aku pun menikah, orangtuaku tak tega melihat keadaanku sekarang, aku di nikahkan dengan orang yang sama sekali tak ku kenal, aku tak mungkin menolak, aku tak ingin orangtuaku kecewa kedua kalinya dan mungkin dia yang akan membuatku melupakan Bayu, suamiku baik, tampan, pintar hingga nyaris sempurna, Banyu namanya, dia yang akan menjadi air sumber ketenangan hatiku sekarang.
* * *


Kepalaku sungguh terasa berat dan sakit, ku buka perlahan kedua kelopak mataku, terlihat waktu menunjukkan pukul.02.30, suamiku dia sedang duduk berzikir di atas sajadah samping tempat tidurku, "Maaass Baaayuuu" aku mencoba bangkit, "Sayang, kau sudah bangun? Kau demam semalam, jangan berdiri dulu" suamiku menghampiriku, "Maaas Bayu" suaraku masih kaku, suamiku mendekat dan mencium keningku "Sayang, sadarkah kau telah salah memanggil nama suamimu ini hingga 2 kali?" dia tersenyum, "Suamiku, tak mungkin ku salah memanggil namamu, mas Banyu" aku bingung, "Ha,ha, kamu lucu sayang, sekarang benar kau memanggil nama suamimu ini Banyu tapi tadi kau salah" dia tertawa kecil seraya mencubit pipiku, "Benarkah aku salah?" aku menangis dan memeluk suamiku, "Maafkan aku suamiku, bencikah kau padaku?" ku lepaskan pelukanku, ku tatap lekat wajah suamiku, "Tidak sayang, aku tak marah, sudah jangan menangis, air matamu terlalu berharga,, aku pasti bisa membuatmu cinta padaku, tunggu tanggal mainnya istriku he.he" dia tertawa dan memelukku kembali. Ya Allah makhluk apa yang kau ciptakan dihadapanku ini, dia lebih dari sekedar malaikat dalam hidupku, tak mungkin ku sia-siakan pangeran sebaik ini, suamiku,, maafkan aku, aku mencintaimu, sekarang aku seutuhnya milikmu, cintaku, ragaku, jiwaku, hanya untukmu.. sifat dan sikapmu sebaik namamu suamiku, Banyu=air  kau selalu menjadi penyejuk hatiku.


"Suamiku, mas Banyu,, aku mencintaimu" ku raih dan ku cium tangan suamiku.
"Aku mencintaimu"


*The End*

Wednesday, February 23, 2011

5 Kisah Terdampar Di Pulau Tak Berpenghuni

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiOpupD1QcVBdBa_iexsh_kADsvpFq4O_5oOfEFYa8WbsU9Lrakv0To2XtedT5-AMbDfvh86ZIt8JnmETVPisAdzKUbI03350oZpScqE7my3tUUT34iH1BexVKk4SDDerKKhZwoTP5ZQ8/s400/04.jpg

Pernah nonton film Cast Away? yang dibintang Tom hanks, menceritakan seorang karyawan Fed Ex, yang kemudian ketika sedang dalam perjalanan mengantarkan paket kirimannya tiba-tiba badai menghadang dan kapal terbang yang ditumpanginya terkena petir dan terdampar disebuah pulau kosong, singkat cerita 4 tahun kemudian doi yang hanya ditemani bola voli bernama Wilson merencanakan untuk keluar dari pulau tersebut dengan membuat rakit dari batang pohon kelapa..

1. Johkn F. Kennedy and Crew ( 1917 – 1963 ) Bertahan : 6 Hari di Pulau Batu dan Olasana Pada 1943, John F. Kennedy kala itu masih berusia 26 tahun sebagai nakhoda Kapal PT-109. Dan pada suatu malam kapal perusak Jepang tiba-tiba muncul dan menghancurkan kapal PT-109 yang diawaki para kru JFK, sebanyak 2 orang awak kapal tewas di TKP, sementara yang selamat dan luka – luka terjun ke air dan mengayuh reruntuhan kapal mereka ke sebuah pulau terdekat berjarak 6 km ! dengan hiu dan buaya yang mengancam akhirnya mereka sampai kepulau terdekat setelah menempuh perjalanan selama 5 jam ! dan selama 2 hari mereka tanpa makan dan minum di pulau batu tersebut, lalu dengan gagasan JFK mereka mencari pulau yang lebih besar yang kala itu bernama Olasana dan dapat bertahan hidup dengan memakan buah kelapa. Mereka semua ditemukan oleh para anggota Pramuka setelah 6 Hari !Fakta Menarik : Pulau tempat awak Kennedy’s terdampar telah menjadi daya tarik tersendiri, dan telah diganti namanya menjadi Pulau Kennedy.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiOpupD1QcVBdBa_iexsh_kADsvpFq4O_5oOfEFYa8WbsU9Lrakv0To2XtedT5-AMbDfvh86ZIt8JnmETVPisAdzKUbI03350oZpScqE7my3tUUT34iH1BexVKk4SDDerKKhZwoTP5ZQ8/s400/04.jpg

2. Leendert Hasenbosch (1695 - 1725) Bertahan : Sekitar 6 Bulan di pulau Ascension, Adalah seorang tentara belanda yang bekerja pad VOC sebagai penjaga buku/ pustakawan, dia dihukum karena telah menyodomi, (gak tau siapa tuh yg disodominya), dia kemudian dibuang pada 5 Mei 1725 kesebuah pulau yg tak berpenghuni dengan dibekali air untuk jatah 1 bulan ! bibit tanaman, injil, pakaian dan alat menulis. Dipercaya Hasenboch meninggal dengan kondisi yg mengenaskan oleh Pelaut Inggris pada bulan Januari 1726 setelah bertahan selama 6 bulan dengan memakan kura-kura laut, burung laut dan minum air kencing sendiri !Fakta menarik : Para pelaut Inggris itu menemukan sebuah buku harian, yang kemudian di publikasikan dan diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9zeuGiO0yMNTuVmTBIxXZ__gWI0tf3IO_Q-pDlyL2Km3ti-cXTgmkZQVsGNc-V93M6gnXyjj5Rs0OZ5c5QYKt6CgoxZfouNQGxZj2FzbNQJBkCPucooJdI1vK-ArxRAvAx6wrvl576e4/s400/03.jpg

3. Marguerite de La Rocque (1523 – ? ) Bertahan : 2 Tahun di pulau Setan, Pada 1542 Penjelajah perancis Jacques Cartier yang memimpin perjalanan ke Newfoundland disertai margrit de la Rocque 19 tahun, dalam perjalana Margrit menjadi pacar seorang pelaut muda yang berprofesi sebagai Pelayan kapal tersebut. Hal tersebut membuat pamannya marah jaques Cartier yg pelaut juga berdarah Biru kemudian membuang Margarit kesebuah pulau tak berpenghuni di perairan Labrador begitu juga sang pelayan tadi di buang ke pulau lainnya. Kemudian di Pulau tersebut Margarit dikaruniai seorang anak, yang pada akhirnya anak tersebut meninggal karena kekurangan susu, ia hidup di gua dan berburu hewan liar selama 2 tahun sebelum akhirnya di ketemukan oleh nelayan dari Basque atau Spanyol.Fakta menarik : Kembali ke Perancis setelah diselamatkan dan disambut bak selebriti, Kisah Marguerite ini kemudian di ceritakan kepada ratu perancis saat itu Queen of Navarre pada 1558.http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs459.snc3/26242_380653372857_78081882857_3900390_6621454_a.jpg

4. Kapten Charles Bernard ( 1781 – 1840 ) Bertahan : 18 Bulan di Pulau Elang, Pada 1812, kapal Inggris Isabella terdampar di Pulau Elang ( Eagle Island ) bagian dari kepulauan Falkland yang di komandani Kapten George Harrington . Kemudian meraka diketemukan oleh kapal nelayan Amerika Nanina yang di komandani Kapten Charles Bernard, namun sang kapten menyadari bahwa mereka butuh banyak bantuan makanan melihat kondisi mereka yang tidak mungkin untuk mencari makanan, kemudian sang kapten bersama 4 orang awaknya pergi untuk mencari makanan di pulau tersebut. Ketika sang Kapten tersebut pergi para awak Inggris itu mengambil alih kapal nanina tersebut dan meninggalkan Kapten Bernard dan awak nya di pulau tersebut !. Beruntung akhirnya mereka semua dapat diselamatkan setelah 18 Bulan ! tepatnya pada bulan November 1814. Photo diatas menunjukan tempat berteduh kapten bernard dan awak kapalnya, dari bentuknya agar kapal yang melintas dapat dengan mudah melihat mereka, buktinya setelah 18 bulan baru ada yang melihat mereka. Fakta menarik : Di malam penyelamatan dengan awak Kapal Inggris Isabella tersebut sang Kapten sempat berbincang – bincang dengan mereka dan menceritakan semua asal usul mereka.yang notabene kala itu Amerika sedang berperang dengan Inggris, karena mungkin para awak Inggris tersebut tidak ingin dibawa ke Amerika dan dijadikan Tawanan, pikir mereka mendingan mereka ambil alih kapal Nanina tersebut dan kabur dari pada dibawa ke Amerika, ( seharusnya sang Kapten tidak banyak bicara ).http://2.bp.blogspot.com/_vzXj34HRnjw/SpBQxF87MvI/AAAAAAAAAD4/XNzZGqiAtEU/s400/56323324%5B1%5D.jpg

5. Ada Blackjack ( 1898 – 1983 ) Bertahan : 2 Tahun di Pulau Wrangel, Pada musim gugur 1921 sebuah tim yang terdiri dari lima orang yg dipimpin oleh Vilhjalmur Stefansson, merencanakan untuk mengadakan ekspedisi Arctic tujuannya untuk mengklaim sebuah pulau di kawasan tersebut yang menjadi sengketa antara Kanada dan Inggris dengan nama Wrangel Island sebelah utara Siberia. 23 Tahun cewek Eskimo Ada Blackjack disewa oleh mereka dengan bayaran 50 US$ sebulan sebagai juru masak dan tukang jahit, Ada Blackjack membutuhkan uang tersebut untuk anaknya yang menderita TBC, Rencana mereka berjalan selama 1 tahun sementara perbekalan yang mereka bawa hanya untuk 6 bulan saja.mereka tidak dapat menemukan cukup makanan dan mulai kelaparan sehingga pada Januari 1923 tiga dari mereka mencoba mencari pertolongan. Sementara Ada ditinggal bersama 4 orang laki-laki yang sakit untuk merawat mereka, waktu berlalu dan ketiga orang tersebut tidak pernah kembali ke 4 orang yang ia rawat akhirnya tewas juga . Ada bagaimanapun juga belajar bagaimana untuk bertahan, sampai dia diselamatkan pada bulan Agustus 1923 oleh mantan rekan dari Stefansson’s. Uang yang dia peroleh dari ekspedisi itu kemudian ia gunakan untuk membawa anaknya berobat ke Seattle.Fakta menarik : Ada mendapatkan semua gajinya selama 2 tahun ia ikut ekspedisi tersebut, namun ia tidak mendapatkan sedikitpun keuntungan dari buku yang sangat populer yangditerbitkan oleh orang lain dari kisah perjuangan hidupnya.

Thursday, February 3, 2011

Story Of Love : Cinta Tak Berbentuk Bunga (Bagamana Pendapat Anda?)


Oktavian dan Lena adalah pasangan suami istri yang hidup di antara keramaian dan kesibukan kota Yogjakarta.. Dan sang suami yaitu oktavian adalah seorang penulis yang cukup terkenal di kotanya. Lena sangat mencintai sifat suaminya yang alami dan Lena menyukai perasaan hangat yang muncul di hatinya, ketika Lena bersandar di bahu suaminya yang bidang.


Tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan. Lena mulai merasa lelah, alasan-alasannya yang membuat dia merasakan hal yang seharusnya tidak ia rasakan adalah mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Lena merasa seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Lena merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. tetapi semua itu tidak pernah Lena dapatkan. Oktavian jauh berbeda dari yang Lena harapkan..rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan mereka telah mementahkan semua harapan Lena akan cinta yang ideal.
Suatu hari Lena memberanikan diri untuk mengatakan keputusannya kepada suaminya tercinta bahwa Lena menginginkan perceraian. “mengapa?”, Oktavian bertanya dengan terkejut. “saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”, kata Lena memberikan alasan kepada suaminya. Oktavian terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan Lena semakin bertambah kepada suaminya, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya apalagi yang bisa Lena harapkan darinya? Dan akhirnya Oktavian bertanya “apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”. Lena menatap mata suaminya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “saya punya pertanyaan jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya saya akan merubah pikiran saya. Seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu kamu akan mati. apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Oktavian termanung dan akhirnya berkata “saya akan memberikan jawabannya besok” hati Lena langsung gundah mendengar respon dari suaminya.
Keesokan paginya Oktavian tidak ada di rumah dan Lena menemukan selembar kertas dengan coret-coretan tangan suaminya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan “sayang saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya”. (kalimat pertama tulisan tangan suaminya itu menghancurkan hati Lena. tapi dengan sekuat tenaga Lena berusaha melanjutkan untuk membacanya).
Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program PC nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.
kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakannya untukmu ketika pulang.
kamu suka jalan-jalan keluar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.
kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.
kamu senang diam di rumah dan saya selalu khawatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.
kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.
tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.
tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.
sayangku, saya tahu ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.
Air mata Lena jatuh ke atas tulisan tangan suaminya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi Lena tetap berusaha untuk membacanya kembali.
Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. jika kamu puas dengan semua jawaban ini dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana mengunggu jawabanmu.
jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barang dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.
Lena segera berlari membuka pintu dan melihat suaminya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaannya. akhirnya, kini Lena tahu tidak ada orang yang pernah mencintainya lebih dari Oktavian mencintainya.
itulah cinta..disaat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita dan bukan mengharapkan wujud tertentu.