Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Friday, August 26, 2011

5 Langkah Menjadi Pemenang

"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." (Yesaya 41:10)

Banyak pebisnis-pebisnis di dunia ini yang bangkrut. Apalagi di saat-saat krisis melanda seperti ini. Semakin banyak perusahaan yang terpuruk keadaannya dan akhirnya tidak eksis lagi. Namun berbeda dengan saya. Sebuah perusahaan yang dimulai dari modal 25 miliar hingga dalam waktu 3 tahun saja perusahaan saya bisa meraup keuntungan mencapai 250 miliar. Banyak orang mulai bertanya pada saya, apa rahasia kunci kesuksesan saya. Apakah saya memang beruntung? Atau apakah saya harus memalsu laporan keuangan saya untuk menghindari pajak berlebih sehingga profit yang kuperoleh lebih besar? Jawabannya tidak. Karena saya hanya melakukan 5 langkah kesuksesan dalam hidupku.

1. Jangan takut

Banyak orang di dunia ini takut untuk maju dan melangkah. Karena ketakutan itulah akhirnya apa yang mereka impikan dan cita-citakan tidak akan pernah terjadi. Ya itu, karena mereka takut untuk melangkah.

Tuhan berkata, "Jangan takut, karena Aku menyertaimu". Yap, Allah menyertai kita. Allah yang kita sembah Allah yang hidup dan luar biasa. Ia menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Dan bila AlLlah yang sehebat itu menyertai kita, masih perlukah kita takut?

Takut itu lumrah. Tapi kita tidak boleh membiarkan ketakutan menguasai kita sehingga mengekang kita untuk maju. Takut seperti itu akan membuat kita mempunya losing mentality. Kalah sebelum perang. Ingat! Kalahkan ketakutan dengan kuasa penyertaan Tuhan.

2. Jangan bimbang

Setelah kita tidak takut, langkah berikutnya yang mungkin akan terjadi adalah kita bimbang. Bimbang adalah suatu kondisi hati di mana kita menganggap kekuatan musuh kita adalah seimbang dengan kekuatan kita. Kita menganggap masalah kita sama besarnya dengan kekuatan kita. Sehingga ketika kita mau maju, ada sedikit keragu-raguan dalam hati kita.

Apa yang Tuhan katakan tentang ini?
"Janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu." Karena Ia Allah yang Maha besar, mengapa kita harus meragukan kemampuanNya untuk membawa kita kepada kemenangan.

Bimbang tidak akan menghasilkan apa-apa, bahkan bisa men-downgrade kembali menjadi sebuah ketakutan. Andalkan Tuhan, percayalah Ia adalah Allah kita.

3. Teguhkan hatimu

Setelah Anda tidak bimbang dan takut, berikutnya adalah meneguhkan diri. ALlah bekata, ".. sebab Aku akan menolong engkau."

Menolong di sini artinya sudah bukan dengan kekuatan kita sendiri lagi. Ada tangan-tangan Allah yang menopang kita agar tidak jatuh. Ia membantu kita menyelesaikan setiap permasalahan dengan serius sampai ke akar-akarnya. Hanya saja kita perlu untuk meneguhkan hati kita untuk agar Tuhan tetap menolong kita.

Meneguhkan hati juga berarti teguh pada janji dan perintah Tuhan. Dalam dunia ini yang banyak tipu daya, kita harus tetap teguh untuk hidup lurus di hadapanNya. Contohnya, jangan pernah memalsukan laporan pajak atau pun suap menyuap, hiduplah lurus.

4. Tangan Tuhan memegang tangan kita

Setelah kita tidak takut, tidak bimbang dan kita sudah meneguhkan hati kita, barulah Tuhan menggandeng tangan kanan kita.

Tuhan memegang tangan kanan kita dari belakang untuk memberi support bagi kita.
Tuhan memegang tangan kanan kita dari samping kita untuk menyertai kita.
Tuhan memegang tangan kanan kita dari depan untuk membantu kita meraih kemenangan.
Dan setelah kita meraih kemenangan, Tuhan menjabat tangan kanan kita dan berkata, "Congratulations!"

Tangan Tuhan yang memegang tangan kita selalu tangan kanan, karena tangan kanan lebih kuat. Tuhan sayang kita dan Ia ingin menolong kita dengan sebaik-baiknya juga.

5. Raih kemenangan

Tangan Tuhan membantu kita meraih kemenangan. Matius 6:33 berkata, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Dan untuk mencari Kerajaan Allah itu, tidak lain adalah harus dengan kuasa Allah sendiri dalam rupa Roh Kudus untuk menolong kita menemukan KerajaanNya. Barulah setelah kita menemukan Kerajaan Allah, semuanya akan ditambahkan kepada kita termasuk profit, berkat-berkat lainnya, kesehatan dan jaminan kehidupan.

Sobat, manusia makhluk lemah. Ia takkan bisa maju kalau mengandalkan kekuatan sendiri. Satu-satunya cara adalah mengandalkan Tuhan dan meraih kemenangan itu bersama-sama dengan Tuhan.

Ingat!
Jangan takut karena Allah menyertai kita.
Jangan bimbang karena Ia adalah Allah kita.
Teguhkan hatimu, karena Ia akan menolongmu.
Setelah teguh, tangan Tuhan yang akan memegangmu.
Untuk meraih kemenangan, kita perlu dukungan Tuhan karena kita ini manusia. source

Aku Ingin Mama Kembali

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “PERBUATAN LUAR BIASA”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun ( tahun 2001 ) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin.

Sejak itu Zhang Da, demikian nama anak itu, hidup dengan sang ayah yang tidak bekerja, tidak bisa berjalan dan sakit-sakitan. Ia masih terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab yang berat itu, namun ia tetap berjuang.
Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, diperjalanan itu ia makan daun-daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih bisa diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pulang sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebagai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya.
Setiap hari ia menggendong ayahnya kekamar mandi, menyeka dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkan bubur untuk makan ayahnya.

Segala urusan ayahnya lainnya pun ia yang mengerjakannya sendirian. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberikan suntikan. Setelah merasa mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya.

Ketika acara penganugerahan penghargaan tersebut berlangsung, pembawa acara bertanya apa yang diinginkan Zhang Da ” Apakah uang atau lainnya. Disini ada banyak pejabat, pengusaha, juga ada ratusan juta penonton telivisi, mereka bisa membantu mu!” Namun apa yang dikatakan Zhang Da sungguh mengejutkan siapapun, ia hanya berkata, ” Aku hanya ingin Mama ku kembali!.”

Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah. Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. Ada anak yang sudah sekolah di SD masih disuapi, dan memakai bajupun masih dibantu.

MORAL:
Potensi anak sering muncul justru ketika ditempa kesulitan, jika langkah anak selalu dimudahkan maka kreatifvitas dan daya juangnya pun tidak akan tumbuh. Oleh karena itu, ada pepatah mengatakan, ”JANGAN MUDAHKAN HIDUP ANAK HARI INI, UNTUK MENYULITKANNYA DI KEMUDIAN HARI.” source

Aceng, Gitaris Tanpa Tangan

Aceng Gitaris Tanpa Tangan dan bisa mengendarai sepeda motor dan juga mobil; Tanpa tangan bukan berarti tak berkemampuan. Alfenta Aceng Dani Setiawan (30) membuktikan hal itu. Mulai dari menyetir mobil, main gitar, drum, merokok dan apa saja dilakukan dengan kaki. Semua aktivitas dilakukannya seperti manusia normal.

Untuk menyetir mobil misalnya, mulai dari membuka pintu, menginjak pedal, memutar kunci, memasukkan gigi porsneling, memegang kemudi, seluruhnya dilakukan dengan kaki. Sungguh menakjubkan. Kemampuan menyetir mobil, Aceng kuasai sejak tahun 2002, setelah sebulan belajar. Jarak menyetir terjauh yang pernah dilaluinya hingga kini adalah dari Solo menuju Wonosobo, Jawa Tengah.

Namun, kemampuannya ini tak membuat pria beranak satu ini dengan mudah mendapatkan Surat Ijin Mengemudi atau SIM. Namun, justru motivasi untuk mendapat SIM itulah yang membuatnya ingin mencetak rekor. Di daerahnya, acing juga dikenal sebagai seniman. Main drum. Bahkan sambil menyanyikan lagu Radja, kedua kakinya memetik gitar. Dengan lincah kaki kirinya memainkan grip, sementara kaki kanannya memainkan melodi.

Artinya, keterbatasan tidak akan menghalangi seseorang untuk berkreasi dan hidup mandiri. Keterbatasan hanyalah sebuah hambatan sesaat.

WALAUPUN tidak memiliki dua tangan sejak lahir, Aceng Dani Setyawan (35), mempunyai keahlian yang jarang dimiliki oleh orang biasa. Keahlian bapak satu anak dari Dusun Sayangan, Kelurahan Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Wonosobo itu, diperolehnya secara otodidak.

Ia bisa memainkan sejumlah alat musik seperti gitar, drum, keybord dan lainnya, tanpa menggunakan tangan. Semuanya dilakukan dengan kedua kakinya.

Keahlian lainnya ia bisa mengendarai sepeda motor dan juga mobil.

Keahlian tersebut telah berkali- kali ditunjukkan pria kelahiran Punthuk, Kecamatan Wonosobo itu. Kini ia akan kembali menunjukkan kemampuannya dengan mengendarai mobil dari Wonosobo ke Istana Negara di Jakarta.

Tak tanggung-tanggung jarak yang akan ditempuh sekitar 850 km. Rute yang akan dilalui adalah Wonosobo, Borobudur, Jawa Barat, Banten dan Jakarta.

"Kegiatan ini akan saya laksanakan pertengahan Agustus tahun ini dan rencananya akan memecahkan rekor Muri. Kegiatan ini didukung oleh sponsor dan pemkab. Jarak yang akan ditempuh sekitar 850 km, melalui empat provinsi, 36 kabupaten dan 38 kota. Saya akan mengendarai mobil dengan kedua kaki saya karena tidak memiliki dua tangan, " kata Aceng ketika ditemui Wawasan di pendapa kabupaten, kemarin (13/8).

Rencananya, di setiap kota yang dilintasi, Aceng akan berhenti dan menunjukkan kemahirannya dalam memainkan alat musik. Aceng mengaku optimis karena selama ini ia terus berlatih dengan baik.

Otodidak
"Kemampuan bermain musik dan menyetir mobil saya peroleh secara otodidak. Saya siap mengendarai mobil dari Wonosobo-Jakarta, Karena tahun 2006 lalu saya sudah mencoba menyetir mobil dari Wonosobo- Solo pulang pergi. Mobil yang digunakan mobil biasa, bukan yang khusus untuk orang cacat," ujarnya.

Menurut suami Ny Irawati ini, walaupun tidak memiliki dua tangan ia tidak akan mengalami kesulitan mengendarai mobil. Teknisnya, kaki kanan akan memegang setir dan persneleng. Sedang kaki kirinya khusus memegang peralatan kendaraan yang ada di bawah, seperti gas, rem dan kopling.

Aceng mengaku apa yang dilakukannya untuk menunjukkan kepada publik bahwa orang defabel atau cacat fisik mempunyai keahlian. Ia berharap kaum defabel tidak harus tersingkir dan bisa hidup dengan masyarakat umum. Ia bertekad melalui kerja nyata bisa menaikan harkat para penyandang cacat. source

Wednesday, August 24, 2011

Jawaban Elegan Seorang Tukang Bakso | Motivasi

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

 Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?

"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya
membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita รข€“ cita penyempurnaan iman ".

"Maksudnya.. ...?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".

Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

 Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita". source